Menuju ASN Digital 2029: LAN Siapkan Corporate University dan Standar Mutu Pelatihan ASN
- bkpsdm.kapuashulukab.go.id
VIVA, Banyumas – Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius: 90 % ASN harus melek digital pada 2029.
Melansir dari tvonenews, untuk menjawab tantangan ini, Lembaga Administrasi Negara (LAN) turun tangan melalui transformasi sistem pelatihan ASN.
Tidak lagi sebatas tempat kursus administratif, lembaga pelatihan ASN diarahkan menjadi learning organization yang menghasilkan perubahan nyata dalam kinerja.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, LAN diberikan mandat untuk “mengendalikan dan melaksanakan kebijakan teknis pengembangan kapasitas dan pembelajaran ASN di seluruh Indonesia”.
Satu di antara poin kunci adalah penjaminan mutu pelatihan ASN sebagaimana diatur dalam Pasal 26 ayat (3), yang menegaskan bahwa mutu pembelajaran — meliputi kurikulum, proses, instruktur, dan evaluasi — harus jelas, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan organisasi.
LAN menilai bahwa selama ini banyak lembaga pelatihan ASN berfungsi secara administratif—menghadirkan pelatihan berbasis materi umum tanpa sinkronisasi dengan tujuan strategis instansi.
Dengan pendekatan baru, lembaga-lembaga tersebut diharapkan berkembang menjadi corporate university, suatu sistem pembelajaran yang berfokus pada outcome dan kinerja organisasi — bukan sekadar transfer pengetahuan secara pasif.
Melalui corporate university, ASN akan belajar tidak hanya teori, melainkan mengasah kemampuan kerja nyata dengan pendekatan digital, kolaboratif, dan berbasis kontekstual.
Selain itu, LAN tengah menyusun instrumen monitoring dan evaluasi berkelanjutan agar setiap program pelatihan bisa diukur dampaknya terhadap kinerja ASN.
Dengan sistem mutu terintegrasi ini, hasil pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, melainkan juga mendukung efisiensi, inovasi, dan perubahan dalam birokrasi.
Direktur Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas LAN, Erfi Muthmainah, menegaskan, "Setiap lembaga pelatihan ASN harus bertransformasi dari sekadar ‘tempat pelatihan administratif’ menjadi learning organization dengan budaya mutu."
Ia juga menyatakan bahwa standar kurikulum, proses, instruktur, dan evaluasi pelatihan harus konsisten dan jelas, agar tidak hanya menjadi formalitas semata.
LAN optimistis bahwa dengan strategi ini, lembaga pelatihan ASN akan menjadi lebih adaptif, inovatif, dan mampu bersaing secara global.
Targetnya — pada 2029, sebanyak 90 % ASN sudah melek digital dan 85 % tata kelola kebijakan instansi pemerintah masuk kategori baik — diharapkan menjadi kenyataan, bukan hanya slogan.