Warga Keluhkan Listrik Tak Stabil, Bupati Rembang Desak PLN Tambah Tiang di Dukuh Karangkidul
- Pemkab Rembang
Bupati Rembang H. Harno meminta PLN menambah tiang listrik di Dukuh Karangkidul, Desa Sendangagung, agar tegangan listrik kembali stabil dan warga tak lagi alami kerusakan alat elektronik
Viva, Banyumas - Permasalahan listrik kembali menjadi sorotan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, setelah warga Dukuh Karangkidul, Desa Sendangagung, Kecamatan Pamotan mengeluhkan tegangan listrik yang tidak stabil.
Kondisi ini menyebabkan sejumlah peralatan elektronik warga sering rusak. Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Rembang H. Harno secara langsung meminta PT PLN (Persero) untuk melakukan pemasangan tambahan tiang listrik di wilayah tersebut.
Permintaan itu disampaikan saat menerima kunjungan pimpinan baru dan jajaran PLN Rembang di ruang rapat bupati pada Senin (13/10/2025).
“Di Sendangagung ada salah satu dukuhan yang membutuhkan tambahan tiang listrik. Saya sampaikan kepada PLN agar bisa membantu, karena ada beberapa daerah yang masih kekurangan tiang,” ujar Bupati Harno dikutip dari Pemkab Rembang.
Bupati menegaskan bahwa pemerataan pelayanan energi listrik menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Dengan tambahan infrastruktur listrik, diharapkan distribusi tegangan menjadi lebih stabil dan masyarakat tidak lagi mengalami kerusakan alat elektronik akibat arus yang lemah.
Selain itu, Harno juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama PLN dalam mendukung kebutuhan energi di wilayah Rembang.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan masyarakat.
Kepala Desa Sendangagung, H. Moh. Arifin, turut mengapresiasi langkah cepat Bupati Harno dalam menyampaikan aspirasi warga kepada PLN.
Ia membenarkan bahwa kondisi kelistrikan di Dukuh Karangkidul memang sudah lama menjadi keluhan warga.
“Sekitar 50 rumah di Karangkidul jaraknya terlalu jauh dari tiang listrik. Tegangan yang sampai ke rumah warga tidak mencapai 220 volt, akibatnya alat elektronik sering rusak,” jelas Arifin.
Ia menambahkan, untuk mengembalikan aliran listrik ke kondisi normal, diperkirakan dibutuhkan 8 hingga 9 tiang listrik tambahan di kawasan tersebut.
Saat ini, sambungan listrik warga masih banyak yang mengandalkan jalur dari rumah ke rumah, bukan dari tiang resmi PLN.
Arifin berharap PLN dapat segera menindaklanjuti permintaan tersebut agar masyarakat dapat menikmati listrik yang aman dan andal. Dengan tambahan tiang listrik, risiko kerusakan alat rumah tangga dan bahaya korsleting listrik dapat diminimalkan.