Dawet Ayu Banjarnegara Hadirkan Varian Baru dengan Daun Kelor, Dukung Gizi Anak dan Mencegah Stunting
Ia berharap varian baru dawet ayu yang menekankan kepada nilai kesehatan secara umum dan khusus bagi perkembangan anak-anak ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung visi dan misi pemerintah daerah Banjarnegaradi bidang kesehatan terutama bagi anak-anak yang rawan stunting.
Tursiman berharap, varian baru pada dawet ayu ini dapat membuka peluang untuk mengembangkan produk pangan yang lebih beragam, memanfaatkan bahan lokal yang tidak biasa, dan menciptakan produk olahan yang unik dan memiliki berdaya saing.
“Varian baru pada dawet ayu ini dapat meningkatkan nilai tambah dari produk pangan lokal, menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta tentunya mendukung pemerintah daerah di bidang kesehatan,” katanya.
Kreativitas dalam menciptakan varian baru dawet ayu ini juga memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif.
Karena menurutnya dengan inovasi produk seperti ini, UMKM Dawet Ayu bisa meningkatkan nilai jual, menarik lebih banyak konsumen, dan bahkan menjadi ikon lokal yang dapat mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.
Dawet Ayu Banjarnegara sendiri sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada acara Apresiasi Warisan Budaya Indonesia 2024 yang diadakan di Taman Fatahillah, Kota Tua tahun 2024 lalu.
Hadir dalam launching tersebut ketua Tim Penggerak PKK Banjarnegara Sahida Andinasari Wakhid, kepala Dinas Perdagangan, Indagkop-UMKM, Kabid Infokom Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, dan perwakilan OPD serta sejumlah siswa-siswi SD di Kelurahan Argasoka.