Lee Jae Myung Presiden Korsel Terpilih Langsung Ambil Alih Komando Militer Fokus Stabilitas Nasional

Lee Jae Myung resmi ambil alih komando militer Korsel
Sumber :
  • instagram @2_jaemyung

Viva, Banyumas - Lee Jae Myung, Presiden Korsel yang baru, resmi memulai masa jabatannya pada Rabu, 4 Juni 2025. Salah satu langkah penting dalam kepemimpinannya adalah ambil alih komando militer segera setelah hasil pemilu dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Umum Nasional (NEC). Langkah ini menandai penguasaan penuh Lee atas kekuasaan eksekutif, termasuk komando tertinggi angkatan bersenjata.

Bupati Magelang Perdana Ngantor di Kecamatan Borobudur: Dengarkan Aspirasi Warga Langsung

Sebagai Presiden Korsel yang baru, Lee Jae Myung ambil alih komando militer dengan fokus stabilitas dan perlindungan nasional. Pengalihan ini dilakukan lebih awal dibanding proses transisi biasa, menunjukkan komitmen Lee untuk menjaga keamanan negara dan merespons cepat berbagai ancaman yang ada.

Fokus Lee Jae Myung sebagai Presiden Korsel yang baru saat ambil alih komando militer adalah menjaga stabilitas dan perlindungan nasional. Dengan kendali penuh atas militer, Lee siap mengarahkan strategi pertahanan dan memperkuat keamanan demi masa depan Korea Selatan yang aman dan stabil.

Profil Ashok Raj Sigdel Akan Ambil Alih Kepemimpinan Nepal: Dari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB hingga Panglima Nepal

Pengalihan komando militer dilakukan dengan prosedur yang berbeda dari transisi kepresidenan pada umumnya.

Alih-alih menunggu hingga tengah malam pada hari pelantikan, pengalihan ini dilakukan segera setelah pengumuman hasil resmi pemilu.

Siapa Jenderal Ashok Raj Sigdel Panglima Militer Nepal Disebut Ambil Alih Kepemimpinan dan Paksa PM Oli Mundur

Dengan menggunakan perangkat komunikasi terenkripsi, Ketua Kepala Staf Gabungan langsung memberi pengarahan kepada Presiden Lee mengenai kesiapan perlindungan nasional dan situasi terkini terkait ancaman dari Korea Utara.

Langkah cepat ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas dan keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan Asia Timur.

Sebagai Presiden sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Lee Jae-myung dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk menjaga ketahanan negara serta merespons segala bentuk ancaman yang dapat membahayakan keamanan nasional.

Dalam pidatonya setelah pelantikan, Lee berkomitmen untuk memulihkan ekonomi sekaligus menstabilkan demokrasi dan mempromosikan persatuan nasional, sebuah janji yang juga mencerminkan fokusnya pada aspek keamanan dan kestabilan dalam negeri.

Di hari pertamanya, Lee juga memulai agenda kenegaraan yang padat, termasuk kunjungan ke Pemakaman Nasional Seoul sebagai penghormatan kepada pahlawan nasional dan simbol kesinambungan tradisi pemerintahan.

Upacara pelantikan yang digelar di Gedung Majelis Nasional juga menandai awal dari kepemimpinan yang lebih sederhana namun efektif, sejalan dengan semangat kerja cepat yang dibawa Lee selama kampanye.

Halaman Selanjutnya
img_title