Viral Video Anjing Dikuliti Hidup Hidup, Polisi Sragen Buka Suara!
- instagram @polressragen
Viva, Banyumas - Video anjing yang memperlihatkan proses mengerikan saat seekor anjing dikuliti hidup-hidup telah mengguncang media sosial dan menuai kecaman publik. Dalam tayangan itu, terlihat jelas hewan tersebut dalam kondisi masih hidup dengan kaki terikat, sementara seorang pria tampak melakukan tindakan kejam layaknya proses pemotongan.
Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Menanggapi kegaduhan yang ditimbulkan oleh video anjing yang memperlihatkan praktik dikuliti hidup-hidup tersebut, Polisi Sragen akhirnya buka suara.
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi memastikan bahwa setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan peristiwa semacam itu di wilayah hukumnya. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menyisir laporan dan menurunkan jajaran hingga tingkat polsek, namun tak ada bukti bahwa kejadian itu benar-benar terjadi di Sragen.
Polisi Sragen juga menyebut bahwa video anjing yang dikuliti hidup-hidup itu diduga kuat merupakan kejadian lama dari daerah lain yang kemudian disebarkan ulang dengan narasi menyesatkan.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami kasus ini dan mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
Lewat pernyataan resminya, polisi Sragen buka suara untuk meredam keresahan warga dan menekankan pentingnya bijak bermedia sosial.
Menanggapi keresahan publik, Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi segera angkat bicara. Ia dengan tegas membantah klaim bahwa peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukumnya.
“Saya sudah lakukan cek, dan tidak ada kejadian itu di Sragen,” tegas Petrus dilansir dari akun Instagram Polres Sragen pada 9 Juni 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa jajarannya di Polres maupun di tingkat Polsek telah melakukan pengecekan menyeluruh, namun tidak ditemukan adanya laporan maupun bukti pendukung bahwa peristiwa tersebut benar terjadi di Sragen.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, besar kemungkinan video tersebut merupakan kejadian lama yang terjadi di daerah lain, kemudian disebarluaskan ulang dengan narasi menyesatkan seolah-olah kejadian tersebut terjadi di Sragen.
“Kami menduga kuat video itu merupakan kejadian di daerah lain atau video lama yang diposting ulang dengan tambahan informasi keliru,” lanjut AKBP Petrus.