Hilang dalam 2 Menit: Misteri Rafa Fauzan Bocah 1 Tahun 11 Bulan di Singkawang

ilustrasi Warga Singkawang bantu cari Rafa yang hilang misterius
Sumber :
  • Pexel @pixabay

Viva, Banyumas - Misteri Rafa Fauzan masih menyelimuti warga Singkawang, khususnya di kawasan Gang Kapas, setelah bocah berusia 1 tahun 11 bulan itu hilang dalam 2 menit dari pengawasan. Kejadian mengejutkan ini terjadi begitu cepat dan tanpa jejak, membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Tragedi di Pantai Dewaruci Purworejo: 5 Siswa SMP Rekreasi Berujung Hilangnya Seorang Teman

Peristiwa hilang dalam 2 menit itu bermula saat bocah bernama Rafa Fauzan sedang berada di dapur rumah pengasuhnya di kawasan Singkawang.

Tanpa disadari, dalam waktu singkat ia menghilang, dan sejak saat itu, misteri Rafa Fauzan menjadi pusat perhatian warga.

Misteri Pembobolan Rp70 Miliar di RDN BCA: OJK Pastikan Sistem Aman, Tidak Ditemukan Kesalahan

Anak seusia 1 tahun 11 bulan sangat kecil kemungkinan berjalan jauh sendiri, sehingga banyak yang menduga ada unsur lain di balik hilangnya bocah ini. Hingga Kamis, 12 Juni 2025, proses pencarian oleh warga dan aparat masih terus berlangsung, namun bocah 1 tahun 11 bulan itu belum juga ditemukan.

Kejadian hilang dalam 2 menit ini memperkuat kesan bahwa misteri Rafa Fauzan bukan sekadar peristiwa biasa, dan warga Singkawang berharap pencarian segera membuahkan hasil positif. Peristiwa mengkhawatirkan ini terjadi pada Selasa siang, 10 Juni 2025.

Ayah Tukang Bubur, Aqila Bocah 12 Tahun Nekad Kirim Surat ke Bupati Pekalongan Demi Dapat Beasiswa Sekolah

Menurut kesaksian Shellsi, anak dari pengasuh korban, Rafa sempat terlihat sedang bermain di dapur. Namun, ketika Shellsi masuk ke kamar hanya selama dua menit, ia mendapati bocah tersebut telah menghilang.

Pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka. Kabar hilangnya Rafa menyebar cepat dan memicu kekhawatiran warga sekitar. Ketua RT 14/RW 005, Dudi Saroso, mengatakan warga langsung turun tangan untuk membantu pencarian. Dilansir dari laman Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Dudi Suroso mengatakan Ini terjadi sangat cepat, hanya dua menit.

Kami bergerak cepat menyisir area dan menyebarkan informasi. Langkah antisipasi pun dilakukan dengan memperketat akses ke sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dudi menyatakan hanya pihak-pihak berkepentingan dan relawan pencarian yang diperbolehkan masuk.

Dudi mengatakan pihaknya langsung memblokir akses sekitar lokasi untuk fokus pencarian dan menghindari kerumunan yang tidak perlu. Namun, situasi ini juga dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dudi menyayangkan munculnya konten live streaming dari lokasi kejadian pada Selasa malam. Alih-alih membantu, warga malah membuat konten.

Halaman Selanjutnya
img_title