Musisi Boikot Spotify: Mengapa Mereka Menarik Karya dari Platform Streaming Ini?
- spotify.com
Musik, VIVA Banyumas – Spotify kembali menjadi sorotan setelah sejumlah musisi internasional memutuskan untuk memboikot platform tersebut.
Keputusan ini didorong oleh beberapa isu, mulai dari investasi kontroversial sang CEO hingga masalah royalti yang dianggap tidak adil bagi para artis.
Gerakan boikot ini memicu perdebatan di antara para penikmat musik dan memunculkan pertanyaan besar mengenai etika bisnis di industri musik modern.
Investasi Kontroversial CEO Spotify dan Reaksi Musisi
Inti dari gelombang boikot ini berpusat pada Daniel Ek, CEO Spotify, yang dilaporkan menginvestasikan jutaan dolar pada perusahaan teknologi militer.
Investasi ini, khususnya pada teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) untuk keperluan militer, memicu kemarahan di kalangan musisi yang merasa platform yang seharusnya mendukung seni justru mendanai industri perang.
Satu di antara grup musik yang paling vokal adalah King Gizzard & The Lizard Wizar. Band rock asal Australia ini secara tegas menarik semua karya mereka dari Spotify.
Dalam pernyataannya, mereka menolak keras gagasan bahwa keuntungan dari karya musik mereka digunakan untuk mendanai teknologi yang dapat digunakan dalam konflik bersenjata.
Deerhoof dan Skee Mask: Menolak Keuntungan untuk Teknologi Militer AI
Band indie-rock Deerhoof juga menjadi salah satu yang pertama mengumumkan boikot. Melalui pernyataan terbuka di media sosial, mereka dengan jelas menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap investasi Daniel Ek.
Mereka menganggap bahwa keuntungan dari layanan musik seharusnya tidak dialokasikan untuk pengembangan teknologi tempur AI.
Senada dengan itu, produser musik elektronik asal Jerman, Skee Mask, juga menghapus semua karyanya dari platform ini.
Keputusannya didasari oleh kombinasi dua alasan: menentang investasi militer sang CEO dan menyoroti masalah royalti yang tidak seimbang.
Baginya, keduanya adalah bentuk eksploitasi yang tidak bisa ia toleransi.
Leah Senior dan David Bridie: Isu Kemanusiaan dan Royalti yang Tak Adil
Boikot ini tidak hanya soal investasi kontroversial, tetapi juga prinsip kemanusiaan dan keadilan. Penyanyi folk asal Australia, Leah Senior, memboikot Spotify karena ia merasa platform tersebut memberikan pembayaran royalti yang sangat rendah dan tidak adil bagi musisi, terutama bagi artis independen.