Pertemuan Bersejarah di Alaska, Trump Pamer Formasi Jet Tempur untuk Tekan Putin soal Konflik Ukraina

Pertemuan Donald Trump dan Vladimir Putin di Alaska
Sumber :
  • tnx.africa

VIVA, Banyumas – Jet tempur selalu menjadi simbol kekuatan militer sebuah negara. Keberadaannya bukan sekadar alat pertahanan, melainkan juga pesan politik yang sarat makna.

Prabowo Saksikan Trump, Erdogan, dan Sisi Teken Perjanjian Damai Gaza di KTT Mesir 2025

Setiap kali sebuah jet tempur muncul di langit dalam momen penting, ia dapat menandakan kekuatan, dominasi, hingga strategi diplomasi terselubung.

Hal inilah yang tampak ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakan pertunjukan udara spektakuler saat menyambut Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Alaska pada Jumat, (15/8/2025)

Shutdown Pemerintah AS 2025: Mengulang Sejarah Panjang Krisis Anggaran dari Clinton hingga Trump

Pertemuan pertama Trump dan Putin setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden berlangsung di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.

Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan keamanan sekaligus simbolisme karena letaknya lebih dekat ke Rusia dibandingkan Washington, DC.

5 Mobil Mewah Legendaris Amerika dengan Desain Elegan dan Teknologi Canggih yang Tak Lekang Waktu

Dilansir dari tnx.africa pada Senin (18/8/2025), momen penyambutan menjadi sorotan ketika sebuah pesawat pengebom siluman B-2 Spirit, diapit oleh empat jet tempur F-35, melintas tepat di atas landasan pacu.

Deru mesin yang memekakkan telinga sejenak membuat Putin menoleh ke langit sebelum akhirnya melanjutkan perbincangan dengan Trump.

Aksi udara tersebut dinilai sebagai unjuk kekuatan Amerika Serikat. Dengan menampilkan salah satu armada udara paling canggih, Washington seakan ingin mengirim pesan jelas yakni keunggulan militernya tetap dominan di hadapan Rusia.

Pesawat B-2 Spirit, buatan Northrop Grumman, masih menjadi salah satu senjata paling berharga dalam arsenal udara Amerika.

Dengan kemampuan menembus pertahanan udara yang ketat, pesawat ini mampu membawa muatan konvensional maupun nuklir, serta menempuh jarak lebih dari 6.000 mil laut tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.

Nilai strategis B-2 sangat tinggi, bahkan biaya produksinya mencapai sekitar Rp30 triliun per unit.

Tak heran jika setiap kemunculan B-2 dalam peristiwa publik dianggap sebagai sinyal politik yang diperhitungkan. Apalagi, hanya tersisa kurang dari 20 unit yang aktif hingga kini.

Menariknya, hanya dua bulan sebelum pertemuan Trump–Putin, B-2 telah digunakan dalam operasi militer AS dan Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran dengan amunisi penghancur bunker. Hal ini semakin menegaskan status B-2 sebagai pesawat tempur sekaligus simbol geopolitik.

Halaman Selanjutnya
img_title