Pemprov Jateng Kucurkan Rp16,6 Miliar untuk Perguruan Tinggi Swasta, Naik Drastis dari Tahun Lalu

Pemprov Jateng tingkatkan dana hibah untuk PTS
Sumber :
  • Pemprov Jateng

Pemprov Jateng tingkatkan anggaran hibah PTS menjadi Rp16,6 miliar pada 2025. Kebijakan ini untuk mendukung mutu pendidikan tinggi dan kolaborasi riset di Jawa Tengah

Setelah 30 Tahun Kekeringan, Warga Talunombo Wonosobo Kini Cukup Putar Kran di Rumah Berkat Bantuan Pemprov Jateng

Viva, Banyumas - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen serius dalam mendukung dunia pendidikan tinggi. Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Jateng mengalokasikan dana hibah untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebesar Rp16,6 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya mencapai Rp10,41 miliar.

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Yasip Khasani, menyebut bahwa kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemprov Jateng terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Skandal Tanah HGU Caruy: Eks Sekda Cilacap Diduga Terima Fee Rp 1,8 Miliar dari Proyek Fiktif

Ia menekankan pentingnya peran PTS dalam meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi di wilayah tersebut.

“Dukungan ini nanti akan dituangkan dalam naskah kerja sama. Saat ini dari 218 PTS, baru 30 yang kerja sama dengan Pemprov Jateng,” jelas Yasip saat mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menerima audiensi pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Tengah di Kantor Gubernur, Rabu, 3 September 2025.

Pemprov Jateng Alokasikan Rp2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Tembongraja Salem Brebes

Selain alokasi hibah, Pemprov Jateng juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang riset dan inovasi. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat peran Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, PTS bisa turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyoroti tantangan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia mendorong PTS untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah agar lulusan yang dihasilkan lebih siap bersaing di dunia kerja.

“Nanti buat forum bersama, semua PTS diundang dan jalin kerja sama atau MoU dengan Pemprov Jateng. Bisa juga setiap PTS menjalin kerja sama langsung dengan Bupati atau Wali Kota di daerah masing-masing,” kata Luthfi.

Ketua Aptisi Jawa Tengah, Edi Noersasongko, menambahkan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi PTS saat ini adalah menurunnya jumlah penerimaan mahasiswa baru. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah, termasuk fasilitasi beasiswa dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah.

Menurutnya, kebijakan hibah dan dorongan kerja sama ini menjadi angin segar bagi PTS. Selain membantu pembiayaan, langkah tersebut juga memperkuat kolaborasi lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Dengan peningkatan anggaran hibah dari Rp10,41 miliar menjadi Rp16,6 miliar, Pemprov Jateng menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pendidikan tinggi.

Harapannya, langkah ini mampu meningkatkan kualitas SDM, memperluas akses pendidikan, dan mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah.