Misteri Kasus Zetro Purba Staf KBRI Peru yang Ditembak Dari Geng Kriminal El China hingga Dugaan Pembunuhan Bayaran

Misteri pembunuhan staf KBRI Peru diduga pembunuhan bayaran
Sumber :
  • instagramins @zetro_leonardo_purba

Zetro Leonardo Purba, staf KBRI di Peru, tewas ditembak. Polisi menduga keterlibatan geng One Family dan bos El Chino. Kasus ini mengarah pada praktik pembunuhan bayaran

Kasus Mengejutkan di Batang! Pria 39 Tahun Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Anak Calon Istri

Viva, Banyumas - Kasus penembakan terhadap Zetro Leonardo Purba (40), staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, menjadi sorotan publik internasional. Zetro tewas ditembak hanya beberapa meter dari rumahnya pada Senin (1/9/2025) malam waktu setempat saat baru tiba dengan sepeda.

Pelaku diduga dua orang: seorang pria bersenjata yang langsung melepaskan tembakan ke kepala korban, serta rekannya yang menunggu dengan sepeda motor. Serangan itu berlangsung cepat, tanpa upaya pencurian barang.

Awaluddin Muuri Minta Dibebaskan, Sebut Kasus Pengadaan Lahan Cilacap Bukan Tindak Pidana Korupsi

Hal ini memperkuat dugaan kuat bahwa insiden tersebut adalah pembunuhan terencana. Penyelidikan awal kepolisian Peru mengaitkan kasus ini dengan jaringan kriminal lokal. Nama El Chino, salah satu bos geng berpengaruh di Peru, disebut-sebut terlibat.

El Chino dikenal sebagai pimpinan geng One Family, kelompok yang kerap melakukan eksploitasi seksual, pemerasan, hingga pembunuhan bayaran.

Prabowo Serahkan Hasil Sitaan Negara: Mengingat Deretan Skandal yang Pernah Menguras Uang Rakyat

Seorang agen kepolisian menyebutkan bahwa korban diduga memiliki kedekatan dengan seorang perempuan yang berada dalam lingkaran geng tersebut. Hal itu membuka kemungkinan keterlibatan El Chino dalam kasus pembunuhan Zetro.

Dalam ponsel korban, polisi menemukan sejumlah nomor dengan kode asal Venezuela dan Kolombia, yang diyakini berkaitan dengan perempuan-perempuan jaringan kriminal internasional. Nomor-nomor tersebut kini sedang dilacak untuk mengungkap siapa saja yang terlibat.

Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, menegaskan bahwa indikasi terkuat mengarah pada praktik pembunuhan bayaran.

“Tidak ada barang yang hilang. Mereka menunggu korban dan langsung menembak. Kami masih menyelidiki kemungkinan lain,” ujarnya dikutip dari laman La Republica.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengonfirmasi kematian Zetro Leonardo Purba akibat penembakan tersebut. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan duka mendalam dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong penyelidikan tuntas.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Peru dan pihak kepolisian agar kasus ini diusut sampai selesai,” kata Sugiono diakun Instagram @menluri.

Ia juga telah menghubungi istri korban untuk memberikan dukungan moral, sekaligus memastikan perlindungan bagi keluarga. Hingga kini, motif di balik pembunuhan Zetro masih menjadi tanda tanya besar.

Halaman Selanjutnya
img_title