Oli Pertamina Berubah? Konsumen Keluhkan Perbedaan Warna, Aroma, dan Performa di Mesin

Oli Pertamina
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube/Bang anjar chanel

VIVA, Banyumas – Perbincangan mengenai produk-produk Pertamina kembali mencuat setelah kasus dugaan oplosan Pertalite dan Pertamax yang sempat menghebohkan publik.

Viral Dugaan Pecelehan Oknum Guru di SMAN 1 Jatilawang Banyumas, Ini Sikap Tegas Sekolah

Kini, perhatian beralih ke produk oli Pertamina, yang menurut sebagian pengguna mengalami perubahan kualitas.

Dilansir dari kanal YouTube Bang anjar chanel, perubahan ini dirasakan oleh para pengguna yang telah lama memakai oli keluaran Pertamina, seperti Mesran dan Enduro Racing.

Sebelum pandemi COVID-19, oli Mesran dikenal memiliki karakteristik yang khas, baik dari segi aroma maupun performa mesin.

Pesta Maut di Magelang: 6 Orang Sekeluarga Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pengguna mengklaim ada perubahan pada spesifikasi oli ini.

Salah satu perbedaannya adalah hilangnya aroma khas yang sebelumnya bertahan lama serta perubahan rasa dan performa pada mesin.

General Manager RU IV Cilacap Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Pengelolaan Minyak Mentah Pertamina

Mereka yang terbiasa menggunakan oli ini menyadari bahwa mesin kini terasa lebih kasar dan cepat panas dibandingkan sebelumnya.

Hal serupa juga terjadi pada Enduro Racing. Produk ini sebelumnya memiliki ciri khas warna biru, namun kini berubah menjadi warna kuning.

Sejumlah pengguna yang masih menyimpan oli versi lama menyatakan bahwa performanya lebih baik dibandingkan dengan produksi terbaru.

Oli lama disebut memberikan efek mesin yang lebih adem serta aroma yang bertahan hingga dua minggu, sedangkan oli baru lebih cepat kehilangan wanginya dan membuat mesin lebih cepat panas.

Kekhawatiran pun muncul mengenai produk oli premium Pertamina, seperti Fastron. 

Beberapa konsumen khawatir bahwa perubahan yang terjadi bisa merambah ke oli kelas atas ini.

Mengingat kasus oplosan BBM yang terjadi baru-baru ini, muncul spekulasi bahwa bisa saja ada praktik serupa di produk oli.

Konsumen tentu tidak ingin mengalami kerugian setelah membayar mahal untuk mendapatkan oli berkualitas, namun justru mendapatkan produk dengan performa yang lebih rendah dari standar sebelumnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti konkret atau pernyataan resmi dari Pertamina terkait perubahan kualitas oli mereka.

Dugaan ini masih sebatas pengalaman para pengguna yang merasakan adanya perbedaan pada oli yang mereka gunakan selama bertahun-tahun.

Jika benar terjadi perubahan formula, tentu seharusnya ada transparansi dari pihak produsen agar konsumen memahami apa yang mereka gunakan.

Sebagai konsumen, penting untuk selalu memperhatikan kualitas oli yang digunakan, baik dari segi warna, aroma, maupun performa mesin setelah pemakaian.

Halaman Selanjutnya
img_title