Dulu Diabaikan, Kini Suzuki Skywave Diburu! Kenapa Skutik Gagah Ini Gagal Bersaing dengan Vario dan Mio?
- YouTube/MOTO Z
- Double swing arm dan shockbreaker ganda di belakang yang memberikan kenyamanan lebih saat berkendara.
Dari segi mesin, Suzuki Skywave mengusung mesin 124 cc 4-tak SOHC 2-klep berpendingin udara dengan sistem bahan bakar karburator Mikuni BS26.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 9,6 hp dengan torsi 9,6 Nm. Tak hanya itu, Skywave juga mengadopsi teknologi Suzuki Composite Electrochemical Material (SCEM) pada blok mesinnya untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan efisiensi mesin.
Teknologi Pulse Secondary Air Injection (PAIR) dan catalytic converter juga disematkan untuk menekan emisi gas buang agar lebih ramah lingkungan.
Kenapa Suzuki Skywave Kurang Laku?
Meski dibekali berbagai fitur canggih, Skywave tetap gagal bersaing di pasaran. Ada beberapa alasan utama mengapa motor ini kurang diminati:
1. Konsumsi BBM yang boros
Rata-rata konsumsi bahan bakarnya sekitar 30-35 km/l, yang terbilang boros untuk skutik sekelasnya.
2. Tarikan awal yang kurang responsif
Bobot motor yang cukup berat membuat akselerasi awalnya terasa lemot.
3. Desain dek tidak rata
Berbeda dengan skutik lain, dek Skywave memiliki tulang di tengah sehingga kurang praktis untuk membawa barang besar seperti galon atau tas besar.
4. Sulitnya mendapatkan suku cadang
Suzuki dikenal memiliki jaringan suku cadang yang kurang luas dibanding kompetitor, sehingga membuat pengguna kesulitan saat mencari spare part.
Skywave Kini Jadi Barang Langka dan Dicari Kolektor
Meskipun kurang sukses di masa lalu, kini Suzuki Skywave mulai menjadi barang langka yang diminati oleh kolektor.
Unit dengan kondisi new old stock bahkan bisa mencapai harga Rp50 juta.