Suzuki Satria Hiu, Motor Bebek Legendaris Era 2000-an yang Kini Jadi Buruan Kolektor, Berapa Harganya Sekarang?
- YouTube/MOTO Z
Bobotnya yang hanya 101 kg—setara dengan Honda BeAT lawas—membuatnya sangat ringan dan gesit.
Dengan spesifikasi tersebut, Satria Hiu mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 130 km/jam, menjadikannya salah satu motor bebek terkencang pada masanya.
Teknologi Canggih di Zamannya
Selain performa yang mumpuni, Satria Hiu juga memiliki fitur-fitur canggih pada zamannya.
Rangka yang digunakan adalah Suzuki Computer Analyzed Frame (SCF), yang diklaim lebih rigid, kuat, dan stabil di kecepatan tinggi.
Suspensi belakangnya sudah menggunakan monoshock dengan empat tingkat penyesuaian tekanan gas, memberikan kenyamanan lebih saat berkendara.
Sektor pengereman juga unggul dibanding motor bebek lain di era tersebut.
Satria Hiu sudah dilengkapi dengan rem cakram di kedua roda, dengan kaliper dual piston di depan dan single piston di belakang.
Panel meternya juga cukup modern, mirip dengan motor sport, karena sudah dilengkapi indikator RPM yang memberikan informasi lebih akurat bagi pengendara.
Motor Langka yang Kini Jadi Incaran Kolektor
Meskipun memiliki performa tinggi, konsumsi bahan bakar Satria Hiu cukup boros. Dengan rata-rata konsumsi sekitar 25 km/liter, motor ini memang kurang efisien dibanding motor bebek lain.
Namun, pada masa itu, harga bahan bakar yang masih berkisar Rp1.500 hingga Rp1.800 per liter membuat hal ini bukan masalah besar bagi para penggunanya.
Saat ini, mencari Satria Hiu dalam kondisi original sangat sulit. Peredarannya yang hanya berlangsung selama dua tahun menjadikannya barang langka di pasar motor bekas.
Sebagian besar unit yang ada di pasaran saat ini sudah mengalami restorasi.
Harga second-nya pun bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung kondisi dan keasliannya.