5 Ciri CVT Motor Matic Harus Segera Diservis: Jangan Anggap Remeh!
- astraotoshop
Motor, VIVA Banyumas – Siapa yang tidak marah saat motor matic tiba-tiba macet? Terutama jika penyebabnya terletak pada CVT (Continuously Variable Transmission), bagian penting yang sering diabaikan.
Padahal, mengenali tanda-tanda kerusakan CVT itu penting banget biar motor matic kesayanganmu nggak sampai mogok di tengah jalan.
Nah, buat kamu para pengguna motor matic, yuk kenali 5 ciri CVT motor matic harus segera diservis biar perjalananmu tetap lancar jaya!
Performa CVT Loyo Ini Tanda-tandanya!
CVT pada sepeda motor matic memiliki peranan penting dalam mentransfer tenaga dari mesin ke roda belakang.
Berdasarkan pendapat para pakar motor Indonesia, termasuk mekanik berpengalaman dan pengajar di bidang otomotif, kerusakan pada CVT dapat diidentifikasi melalui sejumlah tanda-tanda khas.
1. Suara Berisik dari Area CVT
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya suara aneh dari area CVT. Seringkali, suara ini dapat berupa desisan, hum, atau bahkan bunyi retakan.
Bisa jadi roller peyang, rumah roller aus, atau bahkan kampas ganda yang mulai menipis. Jangan diabaikan, ya!
Pernah ngerasain motor maticmu jadi lemot atau seperti ada jeda saat gas dipelintir? Ini bisa jadi indikasi CVT bermasalah.
Hal ini menyebabkan penyaluran tenaga tidak optimal, bikin motor jadi loyo.
3. Tarikan Gas Tidak Stabil atau Bergetar
Motor matic yang sehat seharusnya punya tarikan gas yang responsif dan halus. Jika kamu merasakan getaran yang tidak wajar, terutama saat tarikan awal atau di kecepatan rendah, itu bisa jadi masalah pada kampas ganda atau mangkok kampas ganda.
4. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Ini sering luput dari perhatian! Kalau tiba-tiba motor maticmu jadi lebih boros dari biasanya tanpa alasan jelas, bisa jadi CVT-nya yang bermasalah.
V-belt yang aus atau roller yang tidak presisi bisa jadi penyebabnya.
Mencium bau hangus dari area CVT adalah pertanda serius dan tidak boleh ditunda. Jika ini terjadi, segera matikan motor dan bawa ke bengkel.
Menunda bisa bikin komponen lain rusak dan biaya perbaikan membengkak.