Duka Sepak Bola: Diogo Jota Meninggal Dunia, Ini 7 Pemain Lain yang Wafat Saat Bersinar
- Pixabay
5. Cheick Tioté (Pantai Gading) – 2017
Di lapangan latihan klubnya di Tiongkok, Cheick Tioté terlihat seperti biasa—berlatih dengan penuh semangat dan kekuatan. Namun tanpa peringatan, tubuhnya roboh. Ia dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Dunia mengenangnya sebagai gelandang tangguh yang pernah membela Newcastle United, terutama karena gol spektakulernya ke gawang Arsenal dalam comeback legendaris. Kini, Tioté hanya bisa dikenang melalui cuplikan video dan kenangan indah di hati para penggemar.
6. Piermario Morosini (Italia) – 2012
Piermario Morosini bermain untuk Livorno dalam laga Serie B yang tampak biasa saja. Namun di pertengahan pertandingan, ia jatuh dan tidak bangun lagi. Penanganan medis datang cepat, tapi tak cukup untuk menyelamatkannya. Yang menyayat hati, Morosini adalah pemain muda yang berjuang keras dalam hidup—ia kehilangan orang tua dan saudara kandung di usia muda, dan sepak bola adalah satu-satunya pelariannya. Dunia tak hanya kehilangan pemain, tetapi juga pejuang sejati kehidupan.
7. Junior Malanda (Belgia) – 2015
Mobil yang ditumpangi Junior Malanda melaju di jalan tol Jerman saat hujan deras mengguyur. Ia sedang menuju bandara untuk bertemu timnya, Wolfsburg, dan memulai paruh kedua musim Bundesliga. Namun mobil itu kehilangan kendali dan terguling. Malanda tewas di tempat. Ia baru berusia 20 tahun. Belgia kehilangan talenta muda yang digadang-gadang akan menjadi bagian penting dari generasi emas mereka. Dunia tak sempat menyaksikan potensi penuhnya.
Kematian para pemain ini mengajarkan kita bahwa gemerlap karier dan ketenaran tidak membuat seseorang kebal terhadap takdir. Kepergian Diogo Jota dan para pemain lainnya bukan sekadar catatan kelam dalam sepak bola, tapi juga pengingat bahwa di balik sorotan lampu stadion, mereka tetap manusia biasa—dengan mimpi, keluarga, dan keterbatasan.
Mari kita kenang mereka bukan hanya karena tragedinya, tapi juga karena semangat, kerja keras, dan cinta mereka terhadap sepak bola.