3 Taruhan Berani Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Irak: Bawa Pemain Cedera Hingga Ubah Formasi
- instagram @patrickkluivert9
Patrick Kluivert ambil risiko besar dengan coret pemain inti, membawa pemain cedera, dan ubah formasi Timnas Indonesia jelang duel berat melawan Arab Saudi dan Irak
Viva, Banyumas - Timnas Indonesia akan kembali menghadapi tantangan besar di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda yang tergabung di Grup B harus melawan dua tim kuat, Arab Saudi dan Irak, pada Oktober mendatang.
Jelang laga penting ini, pelatih Patrick Kluivert membuat tiga keputusan berani yang menjadi sorotan publik dan menimbulkan pro-kontra.
Coret Pemain Berpengalaman
Dikutip dari tvonenews, Langkah pertama yang mengejutkan adalah keputusan Kluivert mencoret beberapa pemain inti yang selama ini menjadi andalan Timnas Indonesia. Nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Rafael Struick, hingga Elkan Baggott tidak masuk daftar 28 pemain.
Padahal, mereka berkontribusi besar dalam perjalanan Garuda di putaran sebelumnya. Alasan utama pencoretan diyakini karena faktor performa dan kondisi yang menurun.
Selain itu, bek tangguh Mees Hilgers juga tidak dipanggil lantaran tengah fokus menyelesaikan masalah kontrak di klubnya, FC Twente. Keputusan ini dinilai berisiko karena mengurangi kedalaman skuad yang sudah terbiasa dengan atmosfer pertandingan besar.
Bawa Pemain Cedera
Keputusan kedua yang tak kalah kontroversial adalah tetap memanggil dua pemain yang masih dalam pemulihan cedera, yaitu Ole Romeny dan kiper Maarten Paes. Keduanya diragukan bisa tampil 100 persen bugar saat melawan Arab Saudi dan Irak.
Terutama Romeny yang sudah lama absen sejak awal musim. Meski demikian, Kluivert tampaknya percaya pada kualitas keduanya. Ia berharap proses pemulihan berjalan optimal sehingga bisa memperkuat Timnas di momen krusial.
Namun, langkah ini tetap dipandang berisiko karena bisa saja memengaruhi stabilitas tim jika pemain tidak pulih tepat waktu.
Ubah Formasi Utama
Keputusan ketiga adalah mengubah sistem permainan Timnas Indonesia. Jika di era Shin Tae-yong skuad Garuda identik dengan formasi tiga bek sejajar, Kluivert justru berani menerapkan empat bek.
Eksperimen ini sudah terlihat saat FIFA Matchday melawan Taiwan dan Lebanon. Formasi empat bek diharapkan membuat Timnas lebih solid menghadapi gaya bermain Arab Saudi dan Irak yang agresif di lini depan.