Piala Dunia 2026 Terancam Gejolak Besar, Bung Towel Beberkan Skema Jika Israel Didepak dan Spanyol Tegas Menolak

Bung Towel
Sumber :
  • tvOneNews

Hal itu tetap sah secara format, karena ada enam grup lain di kualifikasi Eropa yang juga hanya berisi empat tim.

Jay Idzes Tegaskan Perjuangan Timnas Indonesia Belum Berakhir Usai Kalah 2-3

“Apakah grup empat tim itu qualify? Qualify, karena ada enam grup lainnya juga isinya empat tim. Jadi menurut saya sebetulnya tuntutannya dimintanya sekarang. Karena kalau sudah sampai lolos ke putaran final, situasinya justru makin kompleks,” lanjutnya.

Saat ini Israel masih berpeluang besar lolos, dengan koleksi sembilan poin—setara Italia—di bawah Norwegia yang memimpin grup dengan 15 poin.

Meski Kalah dari Arab Saudi, Timnas Indonesia Masih Punya Peluang Lolos ke Piala Dunia 2026

Bahkan pada Oktober mendatang, Israel akan menghadapi dua laga krusial melawan Norwegia (11 Oktober) dan Italia (14 Oktober).

“Sekarang masih mudah saja sebetulnya. Kalau nanti Israel sudah lolos ke finalis, itu jauh lebih kompleks, lebih rumit,” tegas Bung Towel.

Jadikan Motivasi! Media Internasional Ungkit Lagi Kemenangan Indonesia vs Arab Saudi Tahun Lalu

Tekanan agar Israel dijatuhi sanksi bukan hal baru. Federasi Sepak Bola Palestina sejak tahun lalu sudah melayangkan surat resmi kepada FIFA, didukung oleh 47 anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Kini, desakan juga datang dari Eropa, bahkan meluas ke cabang olahraga lain seperti balap sepeda di Spanyol hingga basket di Polandia.

“Tekanan itu sudah dirasakan. Hanya keputusan itu belum. Sekarang kan mulai di Eropa juga muncul. Bahkan bukan sekadar sepak bola, tapi balap sepeda di Spanyol, basket di Polandia, semua sudah terganggu. Ini situasi yang tidak kondusif,” jelas Bung Towel.

Sementara itu, kelompok pakar PBB secara terbuka mendesak FIFA dan UEFA untuk segera membekukan Israel dari sepak bola internasional.

Desakan ini menguat setelah Komisi Penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.

Dalam pernyataannya, pakar PBB menegaskan bahwa FIFA tidak bisa lagi bersembunyi di balik dalih netralitas olahraga.

“Olahraga harus menolak persepsi bahwa itu adalah bisnis biasa. Badan olahraga tidak boleh menutup mata kepada pelanggaran kemanusiaan, terutama ketika panggung mereka digunakan untuk menormalisasikan ketidakadilan,” tulis pakar PBB.

Mereka juga mengingatkan soal perintah sementara Mahkamah Internasional (ICJ) pada 26 Januari 2024, yang mewajibkan setiap negara bertindak melawan genosida. Dengan dasar hukum itu, FIFA dan UEFA dianggap punya kewajiban moral dan legal untuk bertindak.

Halaman Selanjutnya
img_title