Timnas Indonesia Diterpa 5 Kabar Buruk Jelang Duel Panas di Jeddah, Patrick Kluivert Harap-harap Cemas!

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Sumber :
  • YouTube PSSI TV

VIVA, Banyumas – Timnas Indonesia menghadapi ujian berat jelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda yang ditukangi Patrick Kluivert harus bersiap menghadapi sederet tantangan, mulai dari faktor non-teknis hingga kondisi pemain kunci.

Muncul Nama Baru, Rekan Senegara STY Diisukan Tangani Timnas Indonesia Andai Patrick Kluivert Out

Dalam undian, Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama dua raksasa Asia, Arab Saudi (peringkat 58 FIFA) dan Irak (peringkat 59 FIFA). Laga ini jelas bukan hal mudah, mengingat hanya juara grup yang lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sesuai jadwal, Timnas Indonesia lebih dulu akan menghadapi Arab Saudi pada 9 Oktober 2025, disusul laga kontra Irak pada 12 Oktober 2025. Keduanya digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

Gagal ke Piala Dunia 2026, DPR Minta Evaluasi Total Timnas Indonesia untuk Bangkit di 2030

Namun, perjalanan menuju panggung dunia ini tak mulus. Dilansir dari tvOneNews pada Selasa (30/9/2025) setidaknya ada lima kabar buruk yang membayangi Timnas Indonesia jelang laga penentuan.

1. Venue Pertandingan Tidak Netral

Optimis Indonesia Dapat Berprestasi di Masa Depan, Eks Asisten Shin Tae yong: Harus Terus Melangkah

Keputusan AFC menunjuk Arab Saudi sebagai tuan rumah ronde keempat menuai kritik. Pasalnya, status tuan rumah jelas menguntungkan The Green Falcons. Sementara Timnas Indonesia harus bermain di bawah tekanan publik lawan.

Bagi suporter Garuda, penetapan ini sudah lama dianggap merugikan. Bermain di kandang lawan dengan dukungan penuh puluhan ribu penonton tentu akan menjadi ujian berat mental para pemain.

2. Kapasitas Suporter Garuda Dibatasi

Kabar buruk lainnya datang dari pembatasan jumlah tiket. Suporter Timnas Indonesia hanya mendapat jatah 8 persen atau sekitar 4.000 kursi. Jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan kapasitas stadion megah di Jeddah.

Keterbatasan dukungan langsung diprediksi akan mengurangi energi tambahan yang biasanya diberikan oleh suporter Garuda di laga-laga penting.

3. Wasit yang Dinilai Kontroversial

Keputusan penunjukan wasit juga memicu kekhawatiran. Laga melawan Arab Saudi akan dipimpin wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali, yang berasal dari kawasan Timur Tengah. Hal ini menimbulkan kecemasan akan potensi bias keputusan.

Sementara untuk laga melawan Irak, AFC menunjuk Ma Ning asal China. Wasit ini sempat menuai sorotan besar usai final Piala Asia 2023, ketika memberikan tiga penalti untuk Qatar dalam duel melawan Yordania. Keputusan itu dinilai berat sebelah, apalagi Irak juga berasal dari kawasan Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title