Hidupmu Terlalu Ribet? Buku Ini Ngajarin Cara Bodo Amat Tanpa Jadi Orang Cuek!

Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Sumber :
  • Instagram

Viva, Banyumas – Kamu pernah merasa sangat lelah berusaha untuk membuat semua orang senang? Atau justru, terjebak dalam usaha meraih kebahagiaan yang terasa semakin menjauh?

Penggemar Aromaterapi, Gadis Kaya Asal Semarang Alami Kanker Paru di Usia Muda

Jika iya, buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" karya Mark Manson ini sepertinya sangat perlu kamu baca.

Namun tunggu sebentar, jangan salah mengartikan judulnya. Buku ini bukan mengajarkan kamu untuk acuh tak acuh terhadap segala sesuatu.

Tak Ada Kata Terlambat! 4 Weton Ditakdirkan Kaya Raya di Atas Usia 40 Tahun, Hidup Santai Bergelimang Harta

Esensi Buku 

Mark Manson mengawali buku ini dengan sebuah gagasan yang cukup provokatif: "Kamu dan kehidupanmu tidak istimewa."

Dukung PHBS Warga, Pemkab Banyumas dan Yayasan Taharah Resmikan Fasilitas MCK di Pasar Kidul

Kedengaran nyakitin? Sebentar. Maksud Manson adalah kita sering terlalu terfokus ingin menjadi luar biasa hingga melupakan hal-hal sederhana yang sebenarnya jauh lebih penting.

Dia menyatakan bahwa dalam kehidupan ini, kita tidak mungkin dapat peduli kepada segalanya. Jika kita berusaha memperhatikan segalanya, hasilnya justru membuat kita stres.

Solusi yang tepat? Pilihlah hal-hal yang benar-benar berarti untukmu, dan tolak semua yang tidak penting. 

Buku ini terbagi menjadi sejumlah bab yang membahas konsep-konsep seperti: 

1. Hukum Kebalikan

Semakin keras kamu berusaha untuk bahagia, semakin kamu merasakan ketidakbahagiaan. Kebahagiaan muncul saat kamu menerima ketidakbahagiaan sebagai bagian dari keutuhan hidup. 

2. Tanggung Jawab Pribadi

Mungkin kamu tidak selalu dapat mengatur apa yang terjadi dalam hidupmu, tapi kamu selalu memiliki opsi tentang bagaimana bereaksi terhadapnya.

Ini membuat kamu lebih paham mana hal yang benar-benar penting untuk diperjuangkan. 

3. Mengidentifikasi Nilai yang Positif

 Banyak individu mengejar hal yang keliru karena prinsip yang mereka anut tidak sehat, seperti "saya harus selalu unggul" atau "saya harus selalu disukai orang lain."

Manson mengajak kita untuk menemukan prinsip-prinsip yang menjadikan hidup lebih berarti. 

Kaitan dengan Realita Saat Ini 

Di zaman media sosial, kita seolah hidup di dunia yang semuanya sangat kompetitif dan memiliki tekanan untuk menjadi "sempurna."

Berkunjung ke Instagram, kita melihat banyak orang berlibur di lokasi mewah, memiliki tubuh ideal, atau mencapai kesuksesan dalam karir.

Jika tidak waspada, kita dapat terperangkap dalam kompetisi tanpa akhir untuk mengikuti norma yang sejatinya tidak terlalu krusial. 

Halaman Selanjutnya
img_title