Mengapa Metode Pembelajaran Lama Mulai Ditinggalkan dan Digantikan Pendekatan Baru yang Lebih Relevan Zaman

Belajar aktif, siswa terlibat penuh dalam suasana kelas modern.
Sumber :
  • Pixabay

6. Metode “Satu untuk Semua” (One Size Fits All)

Belajar dari Dunia: 5 Negara dengan Program Makan Gratis Sekolah yang Bisa Jadi Inspirasi untuk Indonesia

Tidak semua siswa memiliki gaya belajar dan minat yang sama. Penerapan satu metode pembelajaran untuk semua siswa justru dapat menghambat potensi mereka. Pendidikan yang baik harus memberikan ruang diferensiasi, di mana siswa dibimbing sesuai bakat, minat, dan kebutuhan belajarnya.

7. Ujian Tertulis sebagai Satu Satunya Penilaian

Riwayat Pendidikan Gibran Diduga Bikin Bingung! KPU vs Setneg, Mana yang Benar di Bongkar Rismon Sianipar di Youtube

Kemampuan siswa tidak bisa diukur hanya melalui ujian tertulis. Aspek-aspek seperti kreativitas, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kejujuran juga penting untuk diperhatikan. Penilaian yang lebih holistik membantu menggambarkan potensi siswa secara lebih menyeluruh.

Pendidikan adalah ruang yang terus bergerak. Perubahan zaman menuntut metode pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berpihak pada siswa. Metode-metode lama tidak serta-merta salah, namun dunia pendidikan harus terus berkembang agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi masa depan.

Tinjau MBG, Wabup Rembang Dapat Curhat Menu dari Para Siswa Diganti Mie Ayam dan Es Teh