Ko Jaga Alam, Alam Jaga Ko: Malagufuk, Warisan Hutan Terakhir Papua di Ujung Tanduk Gempuran Kelapa Sawit
- pexel @Laura Monticelli
Bagi masyarakat Moi, hutan bukan sekadar ruang hijau, melainkan tam sini, yang berarti “mama” dalam bahasa setempat.
Mama yang melahirkan, memberi makan, dan menyembuhkan. Jika mama dirusak, maka hilanglah keseimbangan hidup.
Karena itu, Opi dan warga Malagufuk bertekad mati-matian menjaga Hutan Klasow, bahkan tak segan menyebut bahwa perambahan liar sama saja memicu genderang perang.
Falsafah hidup orang Moi sederhana tapi kuat: “Ko jaga alam, alam jaga ko.” Prinsip ini ditanamkan secara turun-temurun.
Bagi mereka, membiarkan hutan ditebang adalah bentuk pengkhianatan terhadap leluhur dan generasi mendatang.
Maka, masa depan Malagufuk sangat tergantung pada konsistensi warganya dan keberpihakan negara dalam melindungi hak masyarakat adat atas hutan.