7 Tips Atasi Grogi Berbicara di Depan Umum: Rahasia Presentasi Tetap Percaya Diri!

Ilustrasi Bicara di Depan Banyak Orang
Sumber :
  • Freepik

VIVA, Banyumas – Apakah setiap kali kamu harus berbicara di depan banyak orang, entah itu presentasi di sekolah, rapat keluarga, atau bahkan sekadar berbagi ide di depan teman-teman, rasa gugup selalu muncul?

Dukung PHBS Warga, Pemkab Banyumas dan Yayasan Taharah Resmikan Fasilitas MCK di Pasar Kidul

Jangan khawatir, ini sangat normal! Banyak dari kita mengalami apa yang disebut glossophobia, atau rasa takut berbicara di depan umum.

Untungnya, menurut para ahli komunikasi dari era 2000-an dan seterusnya, rasa cemas ini bisa diatasi dengan beberapa trik sederhana.

Muncul Nama Baru, Rekan Senegara STY Diisukan Tangani Timnas Indonesia Andai Patrick Kluivert Out

7 Kiat Jitu Anti-Grogi: Kuasai Panggung dengan Percaya Diri di Setiap Kesempatan!

Berbicara di depan umum seringkali jadi tantangan besar. Jantung berdebar, tangan berkeringat, dan mendadak semua yang ingin dikatakan lenyap dari pikiran.

Bupati Banyumas Ungkap Gebyar Pendidikan Nonformal Jadi Kunci Kurangi Anak Tak Sekolah

Ini adalah respons alami tubuh terhadap situasi yang dianggap mengancam, memicu respons "lawan atau lari" yang membuat kita merasa panik.

Namun, para ahli komunikasi kontemporer, yang karyanya mulai populer di awal tahun 2000-an, punya solusi jitu untuk mengelola rasa grogi ini.

Berikut 7 tips public speaking yang bisa kamu terapkan, baik kamu Gen Z yang sering presentasi kampus, Gen Alpha yang mulai berani tampil, atau keluarga muda yang ingin lebih lancar berkomunikasi:

1. Kenali Audiens dan Tujuanmu (Prinsip "Audience Analysis" Stephen Lucas)

Menurut Stephen E.Lucas, penulis buku "The Art of Public Speaking" yang sangat terkenal sejak awal tahun 2000-an, menekankan pentingnya mengetahui siapa audiensmu. Apa minat mereka? Apa yang ingin mereka pelajari darimu?

Saat kamu memahami audiensmu, kamu bisa menyesuaikan isi dan caramu menyampaikan pesan agar lebih nyambung dan menarik bagi mereka. Semakin kamu bisa relate dengan audiens, semakin kamu merasa nyaman.

2.Latihan Fokus pada Ide, Bukan Menghafal (Metode "Conversational Quality" dari Judy Pearson & Paul Nelson) 

Judy Pearson dan Paul Nelson, dalam tulisan-tulisan mereka mengenai komunikasi, menekankan pentingnya mutu percakapan atau kualitas dialog dalam berbicara. 

Artinya, berlatihlah sampai kamu paham betul ide-ide utamamu, bukan menghafal setiap kata. Ini akan membuat pidatomu terasa lebih alami dan santai, mirip seperti sedang ngobrol.

Halaman Selanjutnya
img_title