Lahir di Weton Pahing Saat Bulan Suro? Mungkin Kamu Anak Terpilih untuk Menebus Dosa Leluhur dan Karma Keluarga!
- Ilustrasi - pixabay/Bergadder
Namun, seringkali mereka menyimpan luka batin yang dalam, entah dalam bentuk mimpi buruk yang terus berulang, kegagalan yang datang tanpa sebab, atau perasaan bersalah yang tak bisa dijelaskan, seolah ada beban yang mereka pikul sejak lahir meskipun mereka sendiri tidak tahu dari mana asalnya.
Bulan Suro: Gerbang Terbuka untuk Penebusan atau Petaka
Dalam tradisi Jawa, Bulan Suro bukan sekadar bulan pertama dalam penanggalan Jawa. Ia adalah bulan yang sakral, bulan yang penuh keheningan, dan bulan yang dijaga dengan laku prihatin.
Bulan Suro adalah waktu di mana alam menjadi lebih senyap, namun justru karena itulah suara-suara dari alam lain terdengar lebih jelas.
Dalam banyak cerita tutur leluhur, Suro diyakini sebagai saat di mana batas antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi sangat tipis.
Bagi mereka yang lahir di Weton Pahing, Bulan Suro adalah momen yang sangat krusial. Mengapa?
Karena Suro dipercaya sebagai satu-satunya gerbang waktu yang memungkinkan proses penebusan berjalan sempurna: penebusan dari karma lama, dari dosa leluhur, dari sukerta yang menempel pada darah keturunan.
Anak Pahing yang hidup di Bulan Suro ibarat seseorang yang berjalan di atas jembatan sempit di antara dua tebing, tebing terang dan tebing kelam
Jika ia berjalan dengan benar, dengan mawas diri dan laku spiritual, maka ia bisa sampai di seberang, membawa keluarganya pada keselamatan batin.