Gempar di Unsoed! Mahasiswi Laporkan Guru Besar Dugaan Pelecehan, Ini Respons Kampus

Kasus Dugaan Pelecehan di Unsoed Bikin Gempar
Sumber :
  • Instagram @unsoedofficial_1963

Viva, Banyumas - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto tengah menjadi sorotan publik usai mencuatnya dugaan kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang guru besar terhadap mahasiswi. Skandal ini mengejutkan berbagai pihak, termasuk kalangan akademik dan mahasiswa.

Pembangunan Berlanjut: Gedung Baru LPPM Unsoed Masuki Tahap II, Target Selesai Desember 2025

Kasus dugaan pelecehan ini pertama kali muncul setelah seorang mahasiswi melaporkan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang pejabat akademik senior kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unsoed. Ketua Satgas PPK Unsoed, Tri Wuryaningsih, menjelaskan bahwa laporan langsung ditindaklanjuti dengan proses pendampingan terhadap korban.

Selain itu, pihak kampus segera berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dikutip dari laman Instagram @aliansimahasiswapenggugar, Tri mengatakan Karena ini menyangkut seorang guru besar, Satgas PPK Unsoed merasa perlu memahami secara komprehensif mekanisme penanganannya.

Bupati Banyumas Dorong ICP Purwokerto, Kota Lama hingga Unsoed Jadi Pilot Area

Maka, Satgas berkonsultasi ke Kemendiktisaintek. Pihak kampus juga sudah memulai tahapan klarifikasi terhadap berbagai pihak, termasuk korban, terduga pelaku, serta sejumlah saksi yang dinilai relevan.

Selain proses klarifikasi, pemulihan psikologis terhadap korban menjadi fokus utama. Tri menegaskan bahwa semua langkah penanganan dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk pedoman penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Langkah cepat yang diambil oleh kampus ini mendapat beragam respons dari mahasiswa.

TikTok Didenda Rp15 Miliar Oleh KPPU karena Telat Laporkan Akuisisi Tokopedia

Sebagian besar mendesak agar kasus ini tidak ditutup-tutupi, serta menuntut transparansi dan keadilan. Salah satu mahasiswa Unsoed berharap kampus berpihak kepada korban dan tidak melindungi pelaku hanya karena statusnya sebagai guru besar.

Sementara itu, pihak kampus menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Pimpinan Unsoed disebut mendukung sepenuhnya proses hukum dan etik yang sedang berlangsung.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tinggi bahwa kekerasan seksual masih menjadi masalah nyata di lingkungan akademik. Peran aktif kampus melalui Satgas PPK menjadi kunci dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika.

Penyelidikan terhadap dugaan pelecehan seksual ini masih berjalan, dan hasilnya akan diumumkan setelah seluruh tahapan prosedur selesai. Masyarakat diminta bersabar sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.