Heboh! Satpol PP Pati Sita Donasi Warga Penolak PBB yang Naik 250 Persen, Endingnya Tak Terduga

Satpol PP Pati Kembalikan Barang yang Disita
Sumber :
  • Tiktok @@advilz_

Viva, Banyumas - Aksi pembubaran posko penggalangan dana oleh Satpol PP Pati menuai reaksi keras dari masyarakat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (5/8/2025), saat aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar aksi damai di sekitar Alun-alun Pati sebagai bentuk penolakan atas kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang naik 250 persen.

Geger di Purworejo! Satpol PP Amankan 935 Bungkus Rokok Ilegal dari Sejumlah Toko

Sayangnya, aksi tersebut berujung ricuh usai petugas menertibkan dan menyita hasil donasi dari warga. Pembubaran dilakukan karena dianggap tak berizin. Meski sempat terjadi dialog antara Satpol PP dan para penggerak aksi, suasana makin memanas setelah petugas membawa kardus berisi uang donasi.

Warga yang hadir di lokasi menyaksikan langsung bagaimana posko dibongkar paksa, lalu barang-barang dikumpulkan dan diangkut menggunakan truk operasional milik Satpol PP. Insiden ini memicu kemarahan massa.

Walk Out di Pidato Netanyahu Bukan Pertama: Mengenang Aksi Serupa dalam Sejarah Sidang PBB

Mereka spontan mengepung dan menduduki truk Satpol PP, menuntut agar hasil donasi dikembalikan. Suasana sempat ricuh saat beberapa warga mencoba merebut kembali kotak sumbangan dan melempar kardus ke jalan.

Aksi spontan itu memancing perhatian warga lainnya, hingga akhirnya ramai dibicarakan di media sosial. Tak lama setelah kericuhan itu viral, Satpol PP Pati akhirnya memutuskan mengembalikan uang donasi kepada perwakilan massa.

Satpol PP Batang Sita 3 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kecamatan Bandar Pedagang Denda Jutaan Rupiah

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya meredam tensi publik yang semakin panas, namun sayangnya tetap membuat institusi tersebut ditertawakan warga, baik secara langsung di lapangan maupun di jagat maya.

Dilansir dari laman Instagram @feedgramindo, Salah satu peserta aksi mengatakan Ini bukan soal uangnya, tapi soal hak masyarakat menyuarakan pendapat. Masyarakat mengecam tindakan represif tersebut dan meminta agar pemerintah daerah tidak anti-kritik.

Mereka juga mendesak agar ada kejelasan aturan mengenai penggalangan dana aksi yang bersifat sukarela, selama tidak melanggar hukum pidana. Kejadian ini menjadi sorotan publik karena menyangkut kebebasan berekspresi warga.

Banyak yang menilai bahwa tindakan Satpol PP justru memperkeruh suasana dan bisa mencederai kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak perda.

Kini, peristiwa “penyitaan lalu dikembalikan” ini menjadi bahan lelucon dan perbincangan luas. Netizen ramai-ramai membuat meme, menyebut Satpol PP seperti “pinjam dulu buat dicek, lalu balikin karena malu.”