Utang Rp2 Miliar Mpok Alpa Terbongkar, Keluarga Tuntut Eks Manajer Segera Bayar Jelang 40 Hari Wafat
- instagram @nina_mpokalpa
Menjelang 40 hari wafatnya, kasus utang Rp2 miliar Mpok Alpa terbongkar. Keluarga menuntut mantan manajer bertanggung jawab dan siap menempuh jalur hukum jika perlu
Viva, Banyumas - Kabar duka kepergian komedian Mpok Alpa pada 15 Agustus 2025 masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Namun, menjelang peringatan 40 hari wafatnya, persoalan utang piutang senilai miliaran rupiah mulai mencuat ke permukaan.
Keluarga mendiang, melalui kuasa hukum sekaligus kerabat dekat, Zaky Ramdhani, mengungkap adanya dugaan penyelewengan dana oleh mantan manajer yang selama bertahun-tahun menjadi orang kepercayaan Mpok Alpa.
Jumlah kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Dugaan Penipuan dan Ketidaktransparanan
Menurut Zaky, kasus ini berawal sejak 2018 hingga 2023. Dalam periode tersebut, mantan manajer dinilai tidak transparan terkait pembayaran beberapa proyek kerja yang melibatkan Mpok Alpa.
Dana dari pihak penyelenggara diduga tidak sepenuhnya diserahkan kepada almarhumah.
“Kalau dibilang mantan manajer sih iya, orang kepercayaan gitu lah. Kronologinya, ada proyek, uang masuk, tapi tidak transparan dalam laporan. Total kerugian sekitar Rp2 miliar,” ujar Zaky, dikutip dari akun YouTube STARPRO Indonesia.
Tuntutan Keluarga dan Itikad Baik
Keluarga besar menegaskan, kewajiban utang tersebut harus segera diselesaikan. Terlebih, sebelum wafat, Mpok Alpa sempat meminta agar haknya dikembalikan.
Sayangnya, hingga kini belum ada niat baik dari mantan manajer tersebut, bahkan saat hari pemakaman pun ia tidak hadir.
“Ini kewajiban utang, harus dibayar. Kita akan kejar terus agar hak almarhum dikembalikan. Jika tidak ada itikad baik, laporan ke kepolisian menjadi langkah terakhir,” tegas Zaky.
Kondisi Keuangan Keluarga yang Goyah
Di sisi lain, suami Mpok Alpa, Idung, mengaku kondisi keuangan keluarga melemah pasca-biaya pengobatan kanker payudara yang diderita sang istri. Tabungan, asuransi, bahkan dua kendaraan terpaksa dijual demi menutupi biaya medis selama tiga tahun terakhir. “Pokoknya kantong sudah benar-benar terkuras.
Untuk tabungan anak juga habis semua buat biaya pengobatan,” ungkap Idung dalam akun YouTube Intens Investigasi.
Harapan Keluarga
Keluarga berharap permasalahan utang piutang ini dapat diselesaikan dengan cara baik-baik. Apalagi, jelang 40 hari wafatnya Mpok Alpa, mereka ingin fokus pada doa dan mengenang jasa almarhumah, bukan justru dihadapkan pada persoalan finansial yang berlarut-larut.