Pelayanan Haji 2025 Sangat Memuaskan, Menag: Indeks Kepuasan 88,46 Jadi Bukti Nyata Apresiasi Jemaah

Kemenag Nasaruddin saat rilis hasil survei kepuasan haji di Jakarta
Sumber :
  • Istimewa/Kemenag

Pelayanan haji 2025 mendapat apresiasi tinggi dengan indeks kepuasan 88,46, naik dari tahun sebelumnya. Menag menegaskan hasil ini bukan hanya data, tapi bukti nyata pengalaman spiritual jemaah sekaligus warisan terbaik Kementerian Agama menjelang beralihnya tugas penyelenggaraan haji.

Solo Jadi Kota Seribu Kopi! Pertumbuhan Kedai Kopi di Solo Tembus Rekor Tertinggi Menurut BPS

VIVA, Banyumas – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025 dengan skor 88,46. Angka tersebut masuk kategori Sangat Memuaskan sekaligus meningkat dari tahun 2024 yang berada di angka 88,20. Survei ini melibatkan 14.400 responden, terdiri dari 6.400 jemaah gelombang pertama dan 8.000 jemaah gelombang kedua.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik capaian ini. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelayanan haji 2025 berjalan optimal dan mendapatkan apresiasi dari jemaah.

Menag Nasaruddin Umar Resmikan 89 Hakim MQKI 2025

“Alhamdulillah hari ini kita sudah mendengar bersama, bahwa Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2025 mencapai angka 88,46. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni 88,20. Kita semua patut bersyukur atas capaian ini,” kata Menag dalam keterangan resminya dilansir dari VIVA.co.id pada Rabu (10/9/2025).

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa indeks tersebut bukan sekadar data statistik.

Inflasi September 2025 Tembus 0,21 Persen, Harga Pangan Bergejolak: Cabai Merah Naik, Bawang Merah Malah Turun

“Indeks ini bukan sekadar angka. Di balik setiap poin, ada senyum, ada haru, dan ada pengakuan atas kerja keras kita semua,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, visi Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan haji yang membuat jemaah tersenyum sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air mulai terwujud.

“InsyaAllah visi kita untuk membuat jemaah tersenyum sejak awal keberangkatan, saat penyelenggaraan serta saat pulang ke tanah air, sudah tercapai. Ini terlihat dari Indeks yang tadi dipaparkan,” tambahnya.

Rilis survei tahun ini juga memiliki arti historis. Pasalnya, 2025 menjadi tahun terakhir Kementerian Agama bertindak sebagai penyelenggara haji.

Setelah 14 kali survei sejak 2010, tugas ini akan dialihkan kepada Kementerian Haji dan Umrah.

“Kemenag mengakhiri tugas penyelenggaraan haji dengan indeks sangat memuaskan dari jemaah. Angka 88,46 adalah pondasi kuat, warisan terbaik yang kita serahkan untuk terus membangun layanan haji yang lebih baik,” tutur Menag.

Dalam survei, BPS menilai 10 aspek layanan, meliputi transportasi bus shalawat, transportasi antarkota, petugas haji, layanan ibadah, konsumsi non-Armuzna, layanan umum lainnya, akomodasi hotel, konsumsi Armuzna, transportasi bus Armuzna, serta akomodasi tenda.

Halaman Selanjutnya
img_title