Perangi Sindikat Narkoba, Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Tegas dan Aparat Terlibat Akan Ditindak
- ANTARA/Fath Putra Mulya
BNN berhasil mengungkap jaringan narkoba dengan barang bukti puluhan ton dan aset Rp52 miliar. Kemenko Polkam menegaskan langkah keras memberantas narkoba dan membersihkan aparat pengkhianat bangsa.
VIVA, Banyumas – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.
Aparat negara yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba dipastikan tidak akan mendapat toleransi.
Pernyataan tegas ini disampaikan Deputi IV Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polkam, Inspektur Jenderal Polisi Desman Sujaya Tarigan, dalam konferensi pers di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (15/9/2025).
“Kita lakukan reformasi internal, aparat yang bermain dengan bandar narkoba harus dibersihkan, tanpa ampun. Pengkhianatan bangsa tidak layak diberi tempat di institusi negara ini,” kata Desman dilansir dari ANTARA pada Selasa (16/9/2025).
Desman mengingatkan bahwa peredaran narkoba telah menelan banyak korban, terutama generasi muda usia produktif. Lebih jauh, ia menyoroti pola kejahatan narkoba yang semakin canggih dengan dukungan logistik kuat dan aliran dana besar.
“Mereka bekerja dengan kecanggihan, logistik kuat, dan uang yang tak terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa perang terhadap narkoba merupakan upaya penyelamatan bangsa. Narkoba disebutnya sebagai ancaman serius yang dapat merusak kedaulatan negara.
“Negara tidak akan ragu menggunakan kekuatan maksimal untuk memberantasnya. Bukan hanya pesan moral, tapi komando langsung. Pemerintah akan bertindak lebih keras, lebih tegas, dan tanpa pandang bulu,” ucap Desman.
Selain reformasi internal aparat, Kemenko Polkam juga mendorong penguatan sinergisitas antar-lembaga.
Desman menekankan bahwa tidak ada satu institusi pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kejahatan narkoba.
Ia menyebut peran BNN, Polri, TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, Imigrasi, Lapas, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat sangat penting.
Penggunaan teknologi modern juga dinilai perlu untuk mengimbangi kecanggihan jaringan narkoba.
Pengawasan diperketat mulai dari pintu masuk negara, seperti pelabuhan dan bandara, hingga ruang digital.
“Lakukan pendekatan preventif dan rehabilitatif. Anak-anak muda yang terjerumus harus diselamatkan. Namun, bandar besar dan pengedar kelas kakap harus dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.