Kemlu RI Ungkap Alasan Mikrofon Prabowo Dimatikan Saat Pidato di PBB

Mikrofon Prabowo mati di sidang PBB
Sumber :
  • Instagram @prabowo

Mikrofon Presiden Prabowo dimatikan di Sidang Umum PBB karena aturan waktu pidato lima menit. Kemlu RI pastikan hal itu bukan kendala teknis

Fenomena Mengerikan: Sungai Klawing Purbalingga Berubah Bau dan Keruh, Ratusan Ikan Mati

Viva, Banyumas - Insiden unik terjadi saat Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas New York, Senin (22/9/2025) waktu setempat. Mikrofon yang digunakan tiba-tiba mati ketika Prabowo sedang menegaskan kesiapan Indonesia dalam menyediakan pasukan perdamaian untuk mendukung solusi dua negara atas konflik Palestina.

Kejadian ini sontak menjadi sorotan publik internasional, termasuk masyarakat Indonesia yang menyaksikan siaran langsung. Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI segera memberikan klarifikasi terkait penyebab terputusnya suara tersebut.

Prabowo Serahkan 6 Smelter Ilegal ke Negara, Ungkap Kerugian Rp300 Triliun Kasus Timah

Direktur Informasi dan Media Kemlu RI, Hartyo Harkomoyo, menjelaskan bahwa insiden tersebut bukan karena kendala teknis, melainkan aturan prosedural di forum PBB. Setiap negara anggota diberi waktu maksimal 5 menit untuk menyampaikan pandangan.

“Apabila pidato melebihi lima menit, maka mikrofon akan otomatis dimatikan,” ujar Hartyo, Selasa (23/9/2025) dikutip dari tvonenews.

Park Hyatt Rp5 Juta Semalam! Timnas Indonesia Tolak Hotel Rekomendasi Federasi Arab Saudi, Ini Alasannya

Ia menegaskan bahwa aturan ini berlaku bagi semua delegasi, tanpa terkecuali. Dengan demikian, insiden yang menimpa Presiden Prabowo adalah hal yang wajar dalam tata tertib Sidang Majelis Umum PBB.

Meski mikrofon terputus, Hartyo memastikan bahwa Prabowo tetap melanjutkan pidatonya dengan suara lantang. Para delegasi yang hadir di aula sidang masih bisa mendengar pernyataannya secara jelas.

“Walau mikrofon dimatikan, pidato Presiden Prabowo tetap bisa didengar langsung oleh seluruh delegasi di ruangan,” tegasnya.

Bukan hanya Prabowo, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengalami hal serupa pada agenda yang sama. Mikrofon Erdogan diputus secara otomatis setelah melewati batas waktu yang ditentukan. Insiden ini menuai beragam respons dari publik.

Sebagian menilai pemutusan mikrofon mengurangi kesan khidmat pidato, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk disiplin prosedural yang harus dihormati semua negara. Pemerintah menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi substansi pidato Prabowo.

Justru, pesan utama mengenai komitmen Indonesia terhadap perdamaian Palestina tetap tersampaikan kepada dunia internasional.

Kejadian ini sekaligus menjadi momentum penting bagi diplomasi Indonesia di forum global. Meski menghadapi keterbatasan waktu, Prabowo berhasil menegaskan sikap Indonesia yang konsisten mendorong solusi damai dan berkeadilan dalam isu Palestina.