Geger Program Makan Bergizi Gratis di Banyumas, Pemkab Bentuk Tim Khusus Awasi Dapur Usai Muncul Kasus KLB

Pemkab Banyumas Gelar Evaluasi Pelaksanaan Program MBG
Sumber :
  • Pemkab Banyumas

Saat ini, dari total 86 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 64 unit sudah beroperasi, sementara 22 lainnya masih menunggu izin.

Banyumas Perkenalkan Kelapa Genjah, Petani Bisa Panen 4 Kali Lipat Lebih Cepat!

Banyumas juga mendapat dukungan 62 ahli gizi, 62 sarjana penggerak pembangunan Indonesia, dan 27 yayasan mitra pelaksana.

Koordinator MBG Banyumas, Lucky, mengungkapkan bahwa hingga kini ada dua SPPG yang diberhentikan sementara karena dugaan Kasus Luar Biasa (KLB).

“Antisipasi ini perlu dilakukan karena saat ini media sosial begitu masif memberitakan dugaan KLB. Dari badan misi nasional pun sudah memberi solusi untuk memberhentikan sementara SPPG yang bermasalah hingga waktu yang ditentukan,” jelas Lucky.

Bupati Sigit Sidak 3 Perumahan: Pastikan Jalan, Air, dan RTH Sesuai Aturan Sebelum Diserahkan ke Pemkab Sragen

Ia menambahkan, sejak pekan lalu, pihaknya intensif berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan jumlah korban KLB. Setiap pagi dan sore, laporan kasus selalu diperbarui dan diserahkan ke pusat.

“Peran Puskesmas dan Dinas Kesehatan sangat penting. Kami meminta dukungan penuh agar pemantauan di lapangan bisa maksimal, terutama di dapur-dapur yang menjadi titik rawan,” pungkasnya.

Padel Fever Sampai Purwokerto! Siap Siap Serbu Lapangan Rita Padel Club di Rita SuperMall Banyumas

Dengan adanya evaluasi ini, Pemkab Banyumas menegaskan komitmennya dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Upaya pengawasan ketat, koordinasi lintas sektor, dan edukasi berkelanjutan diharapkan mampu mencegah kasus serupa terjadi kembali.