Topik Khusus Akhir Pekan: Liga Korupsi Indonesia, Prabowo Bisa Apa?

Ilustrasi Liga Korupsi Indonesia.
Sumber :

Sebelum menjadi presiden, Prabowo dikenal sebagai sosok yang vokal dalam isu pemberantasan korupsi.

Usai Kasus CSA, Kejari Cilacap Tetapkan Mantan Direktur Percetakan Grafika Tersangka Korupsi

Cuitannya di media sosial X tahun 2011 yang menyatakan dukungannya terhadap hukuman mati bagi koruptor menunjukkan betapa tegasnya ia dulu.

"Saya tidak bangga Indonesia dicap sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Saya mendukung hukuman mati bagi koruptor,"

Dugaan Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing di Pemkab Pekalongan Diselidiki Kejati Jateng

Namun, kini wacana yang muncul justru berbeda. Pemerintahannya mulai mempertimbangkan pendekatan "kompromi", di mana koruptor bisa mendapatkan grasi jika bersedia mengembalikan uang hasil korupsinya.

Secara logika, ini terdengar seperti win-win solution: negara bisa mendapatkan kembali sebagian kerugian tanpa harus menghabiskan waktu panjang dalam proses hukum.

Skandal Korupsi Rp626 M di China: Hukuman Mati untuk Eks Mentan Jadi Bukti Elit Politik Tak Lagi Kebal Hukum

“Saya dalam rangka memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk tobat. Hei para koruptor atau yang pernah merasa mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan,” kata Prabowo Rabu, 18 Desember 2024 di hadapan mahasiswa Indonesia Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Tapi, pertanyaannya, apakah ini benar-benar langkah efektif dalam memberantas korupsi, atau justru menciptakan preseden buruk?

Jika koruptor tahu bahwa mereka bisa bebas dengan hanya mengembalikan sebagian uangnya, bukankah ini malah menjadi insentif untuk terus melakukan korupsi?